MAKALAH
Softskill
PERAN
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
DisusunOleh :
KasmanWicaksono (14112041)
Arief Fadillah (1112088)
Danar Rahmayanto (18112249)
Rani Anggraeni (16112012)
Naufal Dimasyki G.A (15112260)
Suhandri Utomo (17112179)
Dosen :
Ira Phajar Lestari
DAFTAR ISI
Halaman
Daftar Isi
............................................................................................................... 1
Kata Pengantar
...................................................................................................... 2
BAB 1 Pendahuluan ............................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang
..................................................................................... 3
1.2 Batasan Masalah ................................................................................ 3
1.3 Tujuan Penulisan
................................................................................. 4
1.4 Manfaat Penulisan
............................................................................... 4
BAB 2 Pembahasan
2.1
Kategori Komunikasi
................................................................................... 4
2.2 Komunikasi
massa
....................................................................................... 5
2.3 Model
Komunikasi
....................................................................................... 5
2.4 Definisi Fungsional
Komunikasi Organisasi
................................................ 6
2.5
Proses Komunikasi Organisasi
...................................................................... 6
2.6
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi .......................................................... 7
2.7 Hambatan
Komunikasi
.................................................................................. 8
2.8
Contoh Kasus
................................................................................................. 9
BAB 3 Penutup
3.1 Kesimpulan
.................................................................................................. 10
3.2 Saran
............................................................................................................. 10
Daftar Pustaka
.................................................................................................................. 11
KATA
PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan
ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya
sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat
pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai “Peran Komunikasi dalam Organisasi”.
Makalah ini telah dibuat dengan
berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih
banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami
mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun
kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua.
Depok, Oktober 2013
Penulis
PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Manusia
di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan
membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini
merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari
hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam
kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan
masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin
dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada
two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik,
untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai
cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu
organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi
hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya
suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata
dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Bila
sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah,
organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang
dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk
mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
1.2 Batasan
masalah
Dalam penulisan makalah ini akan dibahas tentang:
1. Kategori komunikasi
2. Definisi fungsional komunikasi organisasi
3. Proses komunikasi organisasi
4. Fungsi komunikasi dalam organisasi
5. Hambatan komunikasi
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan
dari makalah yang berjudul ”Peran Komunikasi dalam Organisasi” adalah untuk
memenuhi tugas
mata kuliah Teori Organisasi Umum 2.
1.4 Manfaat
Penulisan
1. Mengetahui arti pentingnya organisasi.
2. Mengetahui cirri-ciri unsure dan teori organisasi.
3. Mengetahui macam-macam organisasi dari segi tujuan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kategori Komunikasi
Organisasi
berasal dari kata Organizare yang berarti membentuk sebagai atau menjadi
keseluruhan dari bagian yang saling bergantung atau terkoordinasi. Menurut
Evert M Rogers dan Rekha Agarwala Rogers dalam bukunya Communications in
Organization “ a stable system of individuals who work together to achieve,
through a hierarchy of ranks and division of labour common goals” (suatau
sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama
melalui suatu jenjang kepangkatan dan pembagian tugas.
Komunikasi
berasal dari bahasa latin communication, yang artinya sama. Maksudnya adalah
komunikasi dapat terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan
yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. Salah satu
tujuan komunikasi adalah mengubah sikap dan perilaku seseorang ataupun
sekelompok orang sebagaimana yang dikehendaki komunikator,agar isi pesan yang
disampaikan dapat dimengerti, diyakini serta pada tahap selanjutnya.
Bila
sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi
pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka
sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah
untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana
Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat
digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi
ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi
yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian
dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada
prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor
kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan
informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
2.2 Komunikasi massa
Komunikasi
massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan
elektronik. Dalam
melakukan komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human
Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi.
2.3 Model Komunikasi
1. Model komunikasi linier (one-way communication),
dalam model ini komunikator
memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan
tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
2. Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan
dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan
balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana
setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak
sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
3.
Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat
dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan
ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang
tidak dapat dikomunikasikan.
Mengenai
organisasi, salah satu defenisi menyebutkan bahwa organisasi merupakan suatu
kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hirarki/jenjang dan
pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari batasan
tersebut dapat digambarkan bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan:
Adanya
suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam
organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang jelas, seperti pimpinan,
staff pimpinan dan karyawan.
Adanya
pembagian kerja, dalam arti setiap orang dalam sebuah institusi baik yang
komersial maupun sosial, memiliki satu bidang pekerjaan yang menjadi
tanggungjawabnya.
Dengan
landasan konsep-konsep komunikasi dan organisasi sebagaimana yang telah
diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi
secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia (human communication) yang
terjadi dalam kontek organisasi. Atau
dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan
sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung
satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationships).
2.4 Definisi Fungsional
Komunikasi Organisasi
Komunikasi
Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di
antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu.
Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan
hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu
lingkungan.
Komunikasi
organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu
jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya
adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi
komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi
secara simultan.
2.5 Proses Komunikasi Organisasi
A
. Komunikasi Internal
Pertukaran
gagasan diantara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan dalam
sruktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horizontal dan
vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan. Dua dimensi komunikasi
internal:
1. Komunikasi
vertikal, yaitu komunikasi dari pimpinan ke staf dan dari staf ke pimpinan
dengan cara timbal balik.
2.
Komunikasi horizontal yaitu komunikasi mendatar antara anggota staf dengan
anggota staf. Berlangsung tidak formal.
3.
Komunikasi diagonal yaitu komuniasi antara pimpinan.
B
. Komunikasi
eksternal
Komunikasi
antara pimpinan organisasi dengan khalayak diluar organisasi. Komunikasi dari
organisasi kepada khalayak yang bersifat informatif atau bisa juga komunikasi
dari khlayak kepada organisasi
2.6 Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
Dalam
suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi
dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi yaitu:
- Fungsi
informatif
Organisasi
dipandang sebagai suatusistem pemrosesan infromasi. Dimana seluruh anggota
dalam organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang banyak, lebih baik
dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi
melaksanakan pekerjaan secara lebih pasti.
- Fungsi
Regulatif
Fungsi
ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.
- Fungsi
Persuasif
Dalam
mengatur organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil
sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang
lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Karena
pekerjaan yang dilakukan secara sukarela akan menghasilkan kepedulian yang
lebih besar dibandingkan kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan.
- Fungsi
Integratif
Setiap
organisasi
berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan
tugas dengan baik. Ada dua komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam
organisasi dan laporan kemajuan organisasi, juga saluran komunikasi informal.
Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untukberpartisipasi yang
lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.
2.7 Hambatan Komunikasi
A
. Hambatan
teknis
Keterbatasan
fasilitan dan peralatan komunikasi dari sisi teknologi yang semakin berkuranf
dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi komunikasi dan infromasi
sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan dan efisien sebagai media
komunikasi. Menurut Cruden dan Sherman dalam buku Personel Management, 1976
jenis hambatan teknis dari komunikasi yaitu:
1. Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
2. Kurangnya informasi
3. Kurangnya keterampilan membaca
4. Pemilihan media yang kurang tepat.
B
. Hambatan
Semantik
Gangguan
semantik menjadi hambtan dalam proses penyampian ide secara efektif. Kata-kata
membantu proses pertukaran timbal balil arti dan pengertian, tetapi seringkali
keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan apa yang disimbolkan dapat
mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan secara berbeda dari apa yang
dimaksudkan sebernarnya.
C
. Hambatan Manusiawi
Terjadi
karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi. Menurut Cruden dan Sherman
hambatan manusiawi terdiri dari :
1. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual
manusia
2. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis
dalam organisasi
2.8
Contoh Kasus
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengumpulkan 44 camat dan 267 lurah se-DKI di kantornya, Balaikota Jakarta. Ahok memberikan 'kuliah' kepada ratusan pejabat lokal itu soal korupsi.
"Akar segala persoalan kita sebenarnya cuma satu, korupsi. Kalau Anda lurah dan camat butuh uang, cari saya dan saya akan bantu asal jangan nyolong atau korupsi," kata Ahok, Rabu (16/10/2013).
Menurut Ahok, pejabat yang disumpah berbeda dengan pengusaha. Pejabat berpikir tentang rakyatnya, sementara pengusaha memikirkan tentang keuntungan.
"Kalau kita disumpah di depan orang banyak dan mengurus orang banyak, tanpa mikir untung. Sedangkan direktur swasta itu tidak pernah disumpah, mereka bertanggung jawab terhadap banyak pegawainya tapi pasti mikir untung. Kan hanya kita yang dijabat lewat sumpah," papar politisi asal Belitung ini.
Ahok bertutur dirinya bukan tak terpikir untuk memiliki kekayaan berlimpah. "Saya juga ingin punya kapal pesiar dan kekayaan lainnya, tapi tidak mungkin dilakukan dengan korupsi," ujarnya.
"Saya pernah di DPR, pernah di DPRD, panitia anggaran, maka saya bisa mengerti semuanya. Jadi kalau ada kecurangan-kecurangan saya tahu, saya banyak tahu," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahok menuturkan konsep birokrasi di DKI yang melayani dan tak korup. Ia menegaskan tak hirau dengan Pilgub DKI Jakarta 2017, Ahok ingin sisa waktunya sebagai wagub bisa maksimal.
"Kami tinggal 4 tahun, kami tidak mau pikir orang mau pilih kami di 2017. Makanya kami harus tegas dan berani!" ucap Ahok yang menyabet Bung Hatta Anti Corruption Award 2013 ini.
"Akar segala persoalan kita sebenarnya cuma satu, korupsi. Kalau Anda lurah dan camat butuh uang, cari saya dan saya akan bantu asal jangan nyolong atau korupsi," kata Ahok, Rabu (16/10/2013).
Menurut Ahok, pejabat yang disumpah berbeda dengan pengusaha. Pejabat berpikir tentang rakyatnya, sementara pengusaha memikirkan tentang keuntungan.
"Kalau kita disumpah di depan orang banyak dan mengurus orang banyak, tanpa mikir untung. Sedangkan direktur swasta itu tidak pernah disumpah, mereka bertanggung jawab terhadap banyak pegawainya tapi pasti mikir untung. Kan hanya kita yang dijabat lewat sumpah," papar politisi asal Belitung ini.
Ahok bertutur dirinya bukan tak terpikir untuk memiliki kekayaan berlimpah. "Saya juga ingin punya kapal pesiar dan kekayaan lainnya, tapi tidak mungkin dilakukan dengan korupsi," ujarnya.
"Saya pernah di DPR, pernah di DPRD, panitia anggaran, maka saya bisa mengerti semuanya. Jadi kalau ada kecurangan-kecurangan saya tahu, saya banyak tahu," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahok menuturkan konsep birokrasi di DKI yang melayani dan tak korup. Ia menegaskan tak hirau dengan Pilgub DKI Jakarta 2017, Ahok ingin sisa waktunya sebagai wagub bisa maksimal.
"Kami tinggal 4 tahun, kami tidak mau pikir orang mau pilih kami di 2017. Makanya kami harus tegas dan berani!" ucap Ahok yang menyabet Bung Hatta Anti Corruption Award 2013 ini.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komunikasi
adalah proses penyampaian infromasi dari seseorang kepada orang lain. Dalam
organisasi, komunikasi sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan
harus terselenggara dengan baik dan efektif.
3.2 Saran
Dari
penjelasan yang telah di berikan sebelum nya, penulis mengharapkan pembaca
dapat memahami arti penting Peran Komunikasi Dalam Organisasi. Selain itu
penulis juga mengharapkan pembaca dapat menyerap hal-hal baik dari makalah ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, semoga
pembaca dapat menyempurnakan nya di kemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyana, Teori Komunikasi-modul 10, 2008
Jiwanto, Gunawan., Komunikasi dalam Organisasi, Pusat
Pengembangan Manajemen & Andi Offset, Yogyakrta 1985
Miftah Thoha, Perilaku Organisasi, 1996
Pace R. Wayne and Faules, Don F, Komunikasi
Organisasi, ROSDA, Bandung 2000
Wardy,Fatma.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22211/3/Chapter%20II.pdf (29 Maret 2013 21:18)
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_organisasi
(29 Maret 2013 21:25)