Hari ini
Siang terik di bawah sinar matahari. Tidak ada tanda bahwa sore ini akan turun hujan. Hembusan angin yang kering yang bertiup kencang, Aku hanya bisa menggerutu kesal. Kesal mengapa sudah lebih dari seminggu tidak turun hujan. Aku kembali menuju kampus dengan mengendarai sepeda motor lamaku. Jalanan yang selalu macet tidak kenal waktu yang membuat siang ini makin panas saja. Walaupun biaya bahan bakar yang semakin mahal tidak membuat orang berhenti memakai kendaraan umum malah justru membuat jalanan padat.
Menjadi satu dengan keramaian jalanan di terik nya siang. Kendaraan yang berlalu lalang tidak karuan tanpa aturan seakan merekalah yang memiliki jalanan. Semua beralasan cuaca panas dan pergeseran iklim karena global warming. Ah, istilah yang seringku dengar di TV, radio, dan koran. Tidakkah mereka memperhatikan itu ? Kenapa mereka malah menambah jumlah kendaraan mereka ? Apakah itu penyebab Global Warming ? Tidakkah mereka peduli ?
Biarkan aku menggerutu kehidupan sejenak. Zaman ini banyak orang yang menginginkan segala sesuatu yang serba instant. Mereka sudah tidak peduli dengan kepentingan orang lain. Itulah yang kulihat dan kurasakan. Tanpa ku sadari, aku telah menjadi salah satu dari mereka. Terlena dan terbuai oleh kenikmatan dunia.
Kembali kepada diriku yang terbakar di terik nya siang ini. Dibalik jaket ini, ponselku bergetar. Sebuah pesan dari teman yang telah sampai di kampus. "Dosen nya ga bisa masuk, tapi di kasih catetan. Lu dimana ?". Segera ku balas pesan dari teman ku. Dengan penuh rasa kecewa kuterus mengendarai motorku ke kampus. Hidup memang penuh dengan segala sesuatu yang tidak terduga. Seperti hari ini.
Tuesday, June 18, 2013
Tugas IBD2 Kepemimpinan
Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah sebuah adalah sebuah proses mempengaruhi atau memberikan contoh oleh seorang pemimpin kepada pengikutnya sebagai upaya untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Kepemimpinan adalah sebuah adalah sebuah proses mempengaruhi atau memberikan contoh oleh seorang pemimpin kepada pengikutnya sebagai upaya untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Goerge R.Terry kepemimpinan adalah hubungan yang ada di dalam diri seseorang atau pemimpin untuk mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
Menurut Duben kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasan dan membuat keputusan.
Menurut William G.Scott kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang di organisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai tujuan yang telah di tentukan.
Menurut Duben kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasan dan membuat keputusan.
Menurut William G.Scott kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang di organisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai tujuan yang telah di tentukan.
Dari beberapa definisi diatas, dapat di simpulkan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi suatu individu untuk melakukan hal yang diinginkan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu yang bersifat negatif maupun positif.
Sebelas Azas Kepemimpinan
Ada sebelas azas dalam kepemimpinan yang harus di ketahui :
1. Taqwa
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya.
2. Ing Ngarsa Sung Tulada
Memberi suri tauladan di hadapan anak buah.
3. Ing Madya Mangun Karsa
Ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah.
4. Tut Wuri Handayani
Mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah.
5. Waspada Purba Wisesa
Selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah.
6. Ambeg Parama Arta
Dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.
7. Prasaja
Tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan.
8. Satya
Sikap loyal yang timbal balik, dari atasan terhadap bawahan dan dari bawahan terhadap atasan dan ke samping.
9. Gemi Nastiti
Kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan.
10. Belaka
Kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya.
11. Legawa
Kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya.
Ada sebelas azas dalam kepemimpinan yang harus di ketahui :
1. Taqwa
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya.
2. Ing Ngarsa Sung Tulada
Memberi suri tauladan di hadapan anak buah.
3. Ing Madya Mangun Karsa
Ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah.
4. Tut Wuri Handayani
Mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah.
5. Waspada Purba Wisesa
Selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah.
6. Ambeg Parama Arta
Dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.
7. Prasaja
Tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan.
8. Satya
Sikap loyal yang timbal balik, dari atasan terhadap bawahan dan dari bawahan terhadap atasan dan ke samping.
9. Gemi Nastiti
Kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan.
10. Belaka
Kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya.
11. Legawa
Kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya.
Kesimpulan
Kepemimpinan bukan merupakan sebuah yang secara gampang di berikan kepada suatu individu. Melainkan sebuah gelar yang di dapatkan dengan cara bekerja keras memperoleh kepercayaan individu lain dan untuk sebagian orang merupakan bakat bawaan sejak lahir. Tetapi seorang pemimpin memiliki kelemahan yang sangat besar adalah ego pribadinya. Karena seorang pemimpin yang baik tidak boleh mencampurkan ego pribadi nya dengan tugas nya dalam memimpin.
Tugas IBD 1 Tanggung Jawab
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Manusia dan Tanggung Jawab
Dalam hal ini manusia merupakan manusia yang hidup secara bersosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Kewajiban Terbatas
b. Kewajiban Tidak Terbatas
Macam-Macan Tanggung Jawab
Ada beberapa jenis tanggung jawab di kehidupan sehari-hari:
1 .Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.
5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.
Sebagai seorang mahasiswa yang hidup dalam kehidupan bersosial, kita di tuntut untuk belajar. Menjadikan belajar sebagai tanggung jawab kita dalam perkuliahan membuat nya sebagai kewajiban yang tidak boleh kita lupakan. Kalau sampe kita melupakan belajar berarti kita sudah lalai menjalankan kewajiban kita yang merupaka tanggung jawab kita sehari-hari sebagai seorang mahasiswa.
Manusia dan Tanggung Jawab
Dalam hal ini manusia merupakan manusia yang hidup secara bersosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Kewajiban Terbatas
b. Kewajiban Tidak Terbatas
Macam-Macan Tanggung Jawab
Ada beberapa jenis tanggung jawab di kehidupan sehari-hari:
1 .Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.
5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.
Sebagai seorang mahasiswa yang hidup dalam kehidupan bersosial, kita di tuntut untuk belajar. Menjadikan belajar sebagai tanggung jawab kita dalam perkuliahan membuat nya sebagai kewajiban yang tidak boleh kita lupakan. Kalau sampe kita melupakan belajar berarti kita sudah lalai menjalankan kewajiban kita yang merupaka tanggung jawab kita sehari-hari sebagai seorang mahasiswa.
Subscribe to:
Posts (Atom)