Monday, October 29, 2012

Krokodil Bisa Bikin Pecandunya Seperti Zombie

Jakarta, Krokodil adalah salah satu jenis narkotika yang memiliki efek samping menyeramkan. Bagaimana tidak, pecandu Krokodil bisa terlihat seperti zombie lantaran dagingnya membusuk, bahkan hingga terlihat tulangnya, meski masih hidup.

Krokodil merupakan narkotika jalanan yang murah. Per injeksi, penggunanya hanya perlu merogoh uang USD 6-8 atau sekitar Rp 57.600-76.800, tidak sampai Rp 100 ribu. Bandingkan dengan heroin yang per injeksinya bisa sampai lebih dari satu juta rupiah. Demikian dikutip dari theweek.com, Selasa (30/10/2012).

Dengan bahan aktif desomorphine, maka efek krokodil 8-10 kali lebih kuat daripada morfin. Ketika para pecandu mencoba berhenti menggunakan krokodil, mereka biasanya akan merasa sangat kesakitan. Karena itu membutuhkan kemauan yang besar untuk lepas dari ketergantungan. Biasanya para junkies Krokodil hanya bisa bertahan hidup tiga tahun setelah mulai mengonsumsi obat tersebut. Namun banyak juga yang tewas di tahun-tahun pertama pemakaian.

Krokodil banyak ditemukan di Rusia karena unsur penting barang haram ini, codeine, bisa didapat di Rusia tanpa resep. Hanya butuh sekitar setengah jam untuk mengolah kodein menjadi krokodil. Dalam beberapa kasus, bensin ikut ditambahkan dalam pembuatan Krokodil. Selain itu sistem rehabilitasi pecandu narkotika di Rusia belum maksimal. Meski demikian sejak 2009 penyitaan Krokodil di Rusia telah meningkat hingga 23 kali lipat. Dalam tiga bulan pertama tahun 2011, 65 juta dosis disita.


Dikutip dari Daily Mail, Krokodil dijuluki sebagai 'obat yang memakan pecandu'. Sebab pecandu Krokodil akan mengalami pembusukan dari dalam, sehingga menyebabkan kerusakan parah pada jaringan. Pecandu akan mengalami luka terbuka sampai ke tulang


dan mengalami gangren alias kematian jaringan di bagian tubuh atau kematian sel dalam jumlah besar. 

Karena kondisi ini, maka anggota tubuh bisa diamputasi. Majalan Time melaporkan sekitar 1,2 juta warga Rusia diyakini telah dirusak oleh narkotika, termasuk Krokodil.

Sumber


Ternyata ada lagi zat narkotika yang berbahaya di lingkungan kita. Inilah efek samping dari pada penggunaan narkotika yang di luat batas kedokteran. Hampir semua penggung zat narkotika merasa putus asa akan kecanduan nya sehingga mereka menggunakan apa saja untuk memenuhi segala kebutuhan nya akan narkotika. Mereka jadi tidak peduli akan efek samping yang semakin berbahaya untuk diri mereka sendiri.


Monday, October 22, 2012

Anak Laki-laki Sekarang Lebih Cepat Puber


Jakarta, Ternyata anak laki-laki sekarang lebih cepat puber jika dibanding beberapa dekade lalu. Sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS) memperlihatkan anak laki-laki memasuki usia puber lebih awal 6 bulan hingga dua tahun.

Demikian studi terbaru yang dilakukan American Academy of Pediatrics (AAP) dan dirilis secara online sebelum dicetak pada Sabtu (20/10) lalu. Seperti dilansir CNN pada Senin (22/10/2012), dalam penelitian yang dipimpin oleh Marcia Herman-Giddens dari Sekolah Kesehatan Publik Universitas Carolina Utara, AS, dikatakan alasan yang membuat pubertas anak laki-laki menjadi lebih cepat memerlukan penelitian yang komprehensif.

Anak perempuan memasuki masa pubertas jika mengalami perkembangan pada payudaranya, serta mulai mendapat siklus menstruasi. Sedangkan untuk anak laki-laki, masa pubertas terjadi saat testisnya membesar dan memproduksi sperma.

212 Praktisi di AS melakukan penelitian pada 4.100 anak laki-laki usia 6 hingga 16 tahun di 41 negara bagian AS. Para praktisi mencatat informasi tentang ukuran kelamin anak laki-laki tersebut dan penampilan rambut kemaluan mereka. Berdasarkan data yang diperoleh, anak laki-laki yang diteliti tersebut lantas dimasukkan dalam salah satu dari 5 tahap pubertas. Tahapan itu antara lain pra pubertas, masa pubertas, dan dewasa.

Para peneliti tersebut membandingkan usia dan tahapan pubertas dari semua anak laki-laki yang diteliti. Nah, penelitian tersebut dirancang ketat hanya untuk melaporkan perubahan fisik, sedang kondisi hormonalnya tidak didata.

Bagaimana hasil penelitiannya? Anak laki-laki Afro-Amerika masuk dalam fase kedua, yakni masa pubertas pada usia 9 tahun. Sedangkan anak laki-laki non-Hispanik kulit putih dan Hispanik mulai berkembang sekitar umur 10 tahun.

"Ini berdampak pada kesehatan masyarakat," kata Herman-Giddens.

Menurut mereka, pubertas yang lebih dini dilihat dari umur anak-laki-laki itu mungkin saat ini terlihat normal. Namun para peneliti tidak bisa memastikan 'normal' tersebut dalam arti sehat atau memang sudah seharusnya. Herman-Giddens meyakini lingkungan memainkan peran penting dalam meningkatkan pubertas.

"Perubahannya sangat cepat," kata Herman-Giddens.

"Faktor genetika mungkin butuh waktu ratusan sampai ribuan tahun. Anda harus melihat sesuatu di lingkungan. Termasuk karena (kurangnya) olahraga, junk food, TV, bahan kimia," ujar Dr Megan Kelsey, asisten profesor pediatrik endokrinologi Rumah Sakit Anak Colorado.

Dr Kelsey juga menyebut beberapa penelitian menunjukkan keterkaitan antara obesitas masa kanak-kanak dengan pubertas perempuan. Jaringan lemak memiliki kemampuan untuk mengubah hormon lain menjadi estrogen, di mana para ahli meyakini hal itu juga menyebabkan perkembangan dini payudara. Lemak juga menciptakan hormon leptin yang dibutuhkan untuk masa pubertas.

Namun beberapa penelitian tentang hubungan antara obesitas danh pubertas pada anak laki-laki memperlihatkan hasil yang bertentangan. Sejumlah penelitian menemukan pubertas mengalami keterlambatan pada pria gemuk. Hal ini kemungkinan dikarenakan kelebihan ekstrogen dalam tubuh. Namun penelitian lanjutan diperlukan, karena masalah tersebut bisa jadi disebabkan banyak faktor.

"Ini adalah topik yang sangat rumit," ucap seorang analis senior, Sonya Lunder, dalam sebuah kelompok kerja lingkungan.

"Kami menemukan banyak bahan kimia yang membuat orang Amerika terpapar setiap hari sehingga menimbulkan dampak," imbuhnya.

Studi telah mengaitkan bahan kimia lingkungan pada banyak hal, mulai dari penurunan konsentrasi sperma, peningkatan cacat lahir, hingga masalah perilaku pada anak-anak. Tetapi mengidentifikasi bahan kimia tertentu yang menyebabkan perubahan hormonal sejauh ini masih belum memungkinkan. Namun pestisida dan bisphenol A (BPA) atau bahan kimia yang umum digunakan untuk membuat botol plastik ditengarai memiliki pengaruh.

Sonya Lunder berpendapat dengan cepatnya pubertas maka akan memperpendek usia anak-anak. Dampaknya bukan hanya kesuburan di masa depan tetapi juga perubahan fisiologis di dalam otak yang bersangkutan. Nah, karena anak-anak bisa jadi masa pubertasnya lebih cepat jika dibanding masa pubertas orang tuanya zaman dulu, maka mereka perlu mendapat penjelasan yang memadai.

Sumber

Menurut saya pola hidup dan lingkungan yang mungkin menjadi faktor utama yang menyebabkan lebih cepat nya Puber pada anak laki-laki. Terlalu banyak memakan-makanan seperti makanan cepat saji yang mengandung banyak bahan kimia bisa jadi menjadi salah satu penyebab anak laki-laki mengalami puber lebih cepat dari yang seharus nya.

Tuesday, October 2, 2012

Kekerasan dalam rumah tangga


Lampung HS (27), tega memukul isterinya dengan menggunakan cangkul hingga tewas. Motif pembunuhan diduga karena cemburu.

Korban, Endang Mariana (21) ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kampung Tunggal Warga RK 02 RT 04 Kecamatan Banjar Agung, Tulangbawang, Selasa (02/10/12).

Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Yohanes Agustyandaru membenarkan adanya pembunuhan yang dilakukan HS terhadap istrinya.

"Korban ditemukan oleh kerabatnya di ruang tamu di rumah. Saat ditemukan, Endang sudah meninggal," kata Yohanes kepada detikcom, Selasa malam, (2/10/2012).

Korban langsung dibawa ke Puskesmas Unit II untuk dioutopsi. Hasilnya, Endang meninggal akibat pukulan benda tumpul sebanyak dua kali di bagian kepala.

Polisi menduga kuat pelaku adalah suami korban karena HS tidak ada di rumah. HS melarikan diri, dan ditangkap di rumah orangtuanya, di dekat Pasar Unit II.

Menurut Yohanes, HS ditangkap lima jam setelah polisi memeriksa TKP. "Tersangka sudah mengakui perbuatannya. HS nekat membunuh isterinya karena dibakar api cemburu," kata Yohanes.


Zaman modern seperti sekarang ini makin sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian seperti ini. Kebanyakan kasus kaum perempuanlah yang paling sering menjadi korban. Menurut saya banyak sekali alasan yang mengakibatkan orang berani melakukan hal-hal seperti ini. Salah satu alasan yang paling sering terjadi adalah kecemburuan. banyak kaum pria yang tidak bisa berpikir panjang untuk melakukan kekerasan terhadap pasangan nya atau pun anak nya. Faktor ekonomi juga menjadi pemicu adanya kekerasan dalam rumah tangga seperti ini. 

Monday, October 1, 2012

SMA 70 Vs SMA 6 Murni Tawuran, Bukan Premanisme


Jakarta, Tawuran yang pecah di Bulungan, Jakarta Selatan, antara SMA 70 dan SMA 6 menewaskan Alawy Yusianto Putra. Berdasarkan keterangan saksi, Tim Advokasi Komite SMA 70 menyimpulkan peristiwa Senin 24 September lalu itu murni tawuran, bukan premanisme.

"Berdasarkan saksi ini murni tawuran, bukan premanisme seperti yang sudah ada di publik," ujar Ketua Tim Advokasi Komite SMA 70, Suhendra Asido Hutabarat.

Hal itu disampaikan dia di sela-sela pemeriksaan 15 saksi di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta, Senin (1/10/2012).

Dia menyebut tawuran tersebut terjadi secara spontan alias tidak direncanakan. Hanya saja saat itu anak kelas 3 yang usai ujian banyak yang bermain bola di sekitar lokasi. Karena itu anak SMA 70 lebih banyak saat tawuran pecah.

Dalam keterangannya kepada polisi saksi menyebut ada semacam tradisi yang berlaku untuk kedua sekolah itu, bahwa anak SMA 6 tidak boleh terlihat di Bulungan yang merupakan wilayah SMA 70. Sebaliknya anak SMA 70 tidak boleh terlihat di daerah Mahakam.

"Menurut saksi-saksi, anak SMA 6 terlihat di Bulungan. Jadi sesuai tradisi anak-anak ini tentang teritori daerah mereka, mereka langsung melaporkan ke teman-teman anak 70 yang lain," terang Suhendra.

Para saksi menyebut tradisi itu telah ada sejak dulu. Sehingga 'perjanjian teritori' itu didapat dari kakak-kakak kelasnya.

"Jadi ini sudah tradisi dari zaman dulu. Dan ini sekarang jadi PR kita bagaimana tradisi ini bisa dihapuskan," imbuh Suhendra.

Tawuran antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta pecah di kawasan Bulungan - tak jauh dari Blok M Plaza - pada Senin (24/9) lalu. Tawuran ini menyebabkan Alawy, siswa SMA 6 kelas X yang tidak ikut tawuran, tewas akibat kena bacok di bagian dada.

Doyok akhirnya diringkus polisi di Yogyakarta setelah menjadi buron. Doyok ditangkap tanpa perlawanan saat sedang menonton infotainment di kamar kos.


Sumber

Menurut saya hal-hal seperti ini sebenarnya bisa di cegah, apalagi kejadian ini bukan yang pertama kali dan berada di kawasan yang ramai dilalui oleh masyarakat. Semua nya kembali kepada para pelajar nya itu sendiri, dengan bagaimana mereka bisa membuat lingkungan sekolah itu terasa nyaman dan aman. Sekarang banyak pelajar yang merasa kalau sekolah itu terasa seperti "penjara", padahal mereka lah yang salah mengartikan bagaimana kehidupan sekolah itu sendiri. Hal seperti itu lah yang menyebabkan pelajar bisa berperilaku seperti ini. DIsinilah pihak sekolah dituntut untuk memberikan pembelajaran yang lebih menyenangkan.